Ambalat Akan Dijaga Pesawat Tempur

4 04 2008

Perang dingin di antara Indonesia dengan Malaysia pasca “senggolan” antara kapal perang RI Tedung Naga dan kapal perang Diraja Malaysia, Renchong di perairan Ambalat, Kalimantan Timur, Indonesia pada 8 April 2005 terkait sengketa blok Ambalat tampaknya masih berlanjut.

1dbcf5d17db388f41a37d592bfc0fed5.jpgSetelah Malaysia menempatkan pesawat tempurnya di Tawao, dekat perairan Indonesia yang kaya minyak itu, TNI Angkatan Udara (AU) kini siap-siap menggelar armada tempurnya di Tarakan, Kalimantan Timur.

“Ambalat adalah milik Indonesia dan kita tidak mau Ambalat ini menjadi seperti pulau Sipadan dan Ligitan yang diambil Malaysia,” kata Panglima Komando Operasi TNI AU (Koopsau) II, Marsda Yushan Sayuti.
Penggelaran kekuatan militer dari TNI AU di sekitar perairan Blok Ambalat itu memang bukan yang pertama kalinya karena pesawat-pesawat tempur dan intai TNI AU secara rutin memantau kawasan itu dan selalu siaga di Pangkalan Udara (Lanud) Balikpapan, Kalimantan Timur dan Lanud Hasanuddin, Makassar.
Hanya saja, pesawat-pesawat tempur itu masih butuh waktu tempuh antara 15 sampai 30 menit dari Balikpapan atau Makassar baru bisa menjangkau Ambalat, sementara pesawat tempur dari Tawao bisa menjangkau daerah yang masih dipersengketakan itu dalam hitungan detik.<





Indonesia Batal Beli F-16

4 04 2008

Pemerintah Indonesia membatalkan rencana pembelian enam pesawat tempur jenis F-16 buatan Amerika Serikat (AS).

air_f-16ds_greece_break_lg.jpgYang kita inginkan adalah menghidupkan kembali 6 dari 10 pesawat yang sekarang masih di-grounded Karena mesin dan alutsistanya memerlukan suku cadang dari AS. Seperti diketahui, saat Menhan AS Robert M Gates berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu, Pemerintah AS menawarkan pembelian pesawat F-16 kepada Pemerintah Indonesia. Indonesia sebenarnya tidak harus menolak tawaran tersebut karena pemerintah juga tidak punya dana untuk membeli pesawat F-16 saat ini.
Namun, pemerintah tetap akan menerima tawaran AS untuk melakukan perbaikan terhadap beberapa pesawat F-16 TNI AU yang sudah di-grounded. Dephan sudah meminta kepada TNI AU supaya menelaah paket yang ditawarkan AS, untuk F-16 seri C dan D yang dimiliki TNI AU untuk diperbaiki.
“Selama ini kita selalu waspada untuk setiap pengadaan alutsista. Bukan hanya dengan AS, sebab setiap negara di Barat pasti selalu memberikan syarat-syarat yang harus dipenuhi.” Sementara mengenai tertundanya rencana pengadaan enam Sukhoi dari Rusia, saat ini Indonesia masih menunggu jawaban dari pemerintah dan perusahaan Rosoboronexport Rusia yang masih mengalami kemelut karena pergantian pemerintahan di Rusia dan itu sangat memengaruhi Dephan dan Depkeu Rusia.
Atas dasar itu, pengadaan alutsista dari Rusia juga terpengaruh.“ Kemelut di sana (Rusia),baik Dephan,Depkeu maupun perusahaan Rosoboronexport sampai sekarang belum sepakat. Itu terkait pergantian dan perubahan pemerintahan di sana. Pengadaan F-16 dari AS tidak masuk akal, apalagi sangat mendadak. Padahal, sebelumnya,Indonesia menolak alutsista AS pasca embargo terhadap Indonesia. Sementara Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Subandrio tidak mempersoalkan pembatalan F-16 tersebut. Pihaknya memang fokus pada pembelian Sukhoi dan perbaikan empat F-16 yang rusak. “Siapa yang minta F-16, kita tidak pernah meminta untuk diadakan.
Jadi TNI AU  tetap mengajukan peremajaannya saja (perbaikan suku cadang) untuk direalisasikan.Jadi tidak masalah kalau F-16 tidak diadakan yang baru. Sebelumnya, Menhan AS Robert Gates saat berkunjung ke Indonesia mengatakan, pihaknya saat ini sedang bekerja keras untuk menyelesaikan masalah seputar rencana pembelian pesawat tempur F-16.
Gates mengakui masih ada masalah administrasi yang harus diselesaikan dengan Departemen Keuangan AS untuk memudahkan birokrasi dan regulasi yang harus dibahas terlebih dahulu oleh Kongres AS. Menurut Gates, AS sangat mendukung reformasi TNI di Indonesia, khususnya dalam mengembangkan kapabilitas pada alat angkut udara dan maritim. Gates mengungkapkan, Indonesia adalah bangsa yang penting untuk menjadi pemimpin di kawasan dan menjangkau dunia.<





Datang Lagi

4 04 2008

Selamat Datang ke blog majalah Defender, mungkin banyak yang bertanya-tanya kemana perginya situs http://www.defender-online.com….? Ya.. karena sedikit masalah makanya situs itu untuk sementara lagi on-hold dulu. Untuk itu Defender selalu ingin dekat dengan penggemarnya dengan meluncurkan Blog Majalah tercinta kita ini. Mudah-mudahan dengan adanya blog ini maka majalah Defender dapat kembali dengan pembaca setianya.

defender-april-2008.jpg

Pada Edisi April kali ini Defender hadir dengan rubrikasi yang menarik untuk dibaca apalagi untuk dikoleksi.Grup-1 Parakomando Kopassus kali ini diangkat dalam rubrik Army-Profile, untuk Rubrik Brootherhood kali ini mengetengahkan Pasukan Khusus Kepolisian yaitu Korps Brigade Mobil.Pasukan T Ronggolawe yaitu pasukan pelajar kota semarang coba kami angkat kali ini tidak lupa untuk teknologi bulan ini mengulas Sista Arhanud Gerak Sendiri PGZ milik China dan rubrik-rubrik lainya yang tak kalah menarik untuk dibaca dandikoleksi juga.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.